Breakout story part 1

Actually, ini postinganku di blog ku yg lain tanggal 8 Maret 2015. Tapi berhubung lg sedikit trouble aku pindah kesini dl, just a little bit information for you guys ☺
Hello bloggers, it’s such a very long time haven’t touch my blog anymore. And I kinda miss it.
Today I’m gonna share something that might be useful for y’all. It’s called ‘breakout’ things. It’s not something like breakout with your boyfriend or what.
Breakout yang ini lebih ngeselin daripada itu. Aku yakin nggak sedikit dari kalian yang pernah merasakan yang namanya perawatan di skin care atau dokter kulit yang menawarkan berbagai macam produk perawatan wajah. Umumnya krim pagi-malam, something like that.
Hal kayak gini sebenarnya cocok-cocokan dan gak semua manfaat dari produk perawatan seperti itu bisa kita rasakan sepenuhnya. Aku sendiri merasakan bahwa perawatan di skin care semacam itu nggak selamanya happy ending. So this is my story. Kalian para pengguna skin care dari dokter pasti tahu banget lah skin care yang aku maksud disini, namanya udah nggak asing di Indonesia dan termasuk salah satu produk yang menguasai pasaran skin care di Indonesia. Yaps, natasha skin care.
Aku pake si evil “N” ini selama 6 tahun! Sejak kelas 2 SMA sampai aku lulus jenjang sarjana, bayangin dong gimana ketergantungannya aku sama produk skin care ini. Bener2 candu. Kalau sehari aja gak pake aku sampe males lihat mukaku yang nampak kusam dan komedonya pun berasa naik ke permukaan secara massal. Jadi begitulah, selama 6 tahun ini aku telaten sekali mengaplikasikan krim pagi dan malam secara rutin. 4 tahun pemakaian, Aku sempet pernah kepikiran untuk berhenti, gak cuma kepikiran sih, tapi emang saat itu aku bener2 nyoba untuk berhenti. Aku ikutin nasihat mbak2 SPG La tulipe tentang bagaimana breakout dengan skin care itu. Jadi bertahap, 3 hari aku make, sehari gak, kemudian jadi 2 hari make, sehari gak, dan akhirnya aku bener2 gak make. Tapi dodolnya aku, saat itu karena gak suka liat efek breakout yang kejam, dimana mukaku jadi bruntusan, kasar, mengelupas dan kering, aku timpa mukaku yang lagi rehat itu dengan skin care dari wardah. Akhirnya efeknya jadi semakin gak karuan, kulitku jadi sensitif sekali, sebentar aja kena sinar matahari udah cukup untuk bikin kulit wajahku kusam, gosong, memerah dan clekit2 gatel efek bruntusan tadi. Akhirnya aku lari lagi ke natasha dan memang efek breakout itu pun langsung mereda, hanya dalam 1 hari pemakaian krim pagi dan malam. Bayangkan, betapa kuatnya efek dari zat-zat kimia yang ada di dalamnya. Sejak itu aku lanjut menggunakan natasha sampai sekarang.
Tapi hal yang aneh terjadi, selama pemakaianku bertahun2 ini aku yang gak pernah/jarang menemukan mukaku berjerawat yang sampe parah banget tiba2 mukaku jadi gak karu2an. Dulu yang biasa cerah merona, sekarang kusam, jerawat pun mulai timbul dan subur, bahkan di saat aku sedang tidak premenstruasi phase. Anyway, aku kalau jerawatan bukan jenis jerawat yang besar2 meradang, tapi kecil2 di dahi dan pipi, dahi itu langganan tetap, padahal aku sudah tidak pernah memakai poni. Aku merasa sudah tidak cocok lagi menggunakan skin care itu, bahkan aku merasa kulit wajahku ini semakin kebal/resisten terhadap si evil “N” . Atau mungkin kulit wajahku yang nagih ini selalu minta naik dosis karena beberapa kali pembelian krim aku selalu request krim yang sama seperti sebelumnya, karena aku memang nggak mau kulitku naik dosis.
Berbagai suka duka aku rasakan selama 6 tahun bersama si evil “N” ini, dari yang wajahku nggak bisa kena sinar matahari dikiiiit aja langsung memerah dan clekit2, kulit wajahku yang sensitif dan nggak bisa dilap memakai handuk karena akan terasa bekas gesekannya dan perih, sampai yang paling parah ini, jerawat bertaburan bagai bintang di wajahku. Dan akhirnya keputusanku pun bulat sebulat-bulatnya, aku akan memutuskan persahabatanku dengan si evil “N”!!!!
Catatanku kali ini akan menjadi sebuah saksi bisu perjuanganku selama breakout dengan si evil “N”, after breakout time ini sih aku udah ada ide mau ganti menggunakan skin care apa (yang pasti bukan skin care dari dokter). Bayangin dong, duit yang aku keluarin buat sekali dateng dan melakukan perawatan dengan si evil “N” ini cukup untuk membeli satu set skin care yang akan aku pake ini. Dan kalian yang pernah/masih bersahabat dengan si evil “N”, pasti tahu dong berapa duit sekali rogoh untuk beli krim dan melakukan perawatan, yang bisa dibilang nggak murah. Anyway, ini hari keempat aku breakout, mukaku bruntusan, so pasti dan gatel clekit2, tapi it’s okay, I’ll try my best karena udah cukup zat-zat kimia itu merusak kulit wajahku. That’s enough!!
Anyway, hari ini aku mencoba mengikuti beberapa saran temen2 yang aku baca di blog dan sempet jadi korban si evil “N” ini juga, aku mulai minum green tea yang kandungan antioksidannya termasuk tinggi dan mulai mengempeskan satu2nya jerawatku yang meradang dengan pasta dari baking soda. Wish me luck, dan keep follow because I’m gonna update every week to see how it’s end.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s