Seberapa Amankah Toilet Umum untuk digunakan ?

Semua orang pasti pernah, setidaknya satu kali seumur hidupnya, menggunakan toilet umum. Sebagian orang berpikir masa bodoh, apalagi jika sudah kepepet. Tetapi sebagian lainnya mungkin berpikir, amankah untuk begitu saja menggunakan toilet umum? Apalagi jika caranya sembarangan. Mungkinkah dalam satu hari toilet itu dimasuki lebih dari 100 orang? Oh. Mungkin sekali. Apalagi jika toilet tersebut berada di tempat yang padat pengunjung. Seperti mall misalnya?

Sifatnya yang digunakan secara massal rentan menjadi media penularan penyakit.

Perkembangan zaman menjadikan kloset mengalami beberapa kali transformasi. Yang awalnya dinamakan kakus, seiring dengan perkembangan istilah kakus berubah menjadi jamban, WC, dan terakhir toilet. Modernitas membuat perkembangan kloset itu sendiri menjadi lebih nyaman dan praktis.

Yang sebelumnya identik dengan becek, basah dan jorok, sekarang berganti konsep menjadi toilet kering (kloset duduk).

Akan tetapi modernitas yang nyaman dan praktis tidak sepenuhnya berdampak positif terhadap kesehatan. Orang-orang yang sering menggunakan kloset duduk justru harus lebih waspada. Meski terlihat bersih, bukan berarti bebas dari kuman.

Kloset duduk lebih rentan menjadi media penyebaran kuman karena mau tidak mau kita harus berkontak langsung dengan dudukan kloset.

Sebenarnya seberapa banyak kuman yang ada di toilet umum? Dan apakah ada cara bagi kuman-kuman itu untuk masuk ke dalam tubuh kita?

Banyak cara untuk kuman-kuman tersebut masuk ke dalam tubuh kita. Misalnya saat anda menyentuh tombol flush di kloset, keran, pegangan pintu, gayung, atau benda-benda lain yang anda sentuh. Dan apakah anda pernah berpikir saat anda menggunakan toilet yang ada penampung airnya di ember atau bak mandi? Anda pikir seberapa sering ember itu dicuci atau bak itu dikuras? Lalu bagaimana kualitas airnya?

Anda mungkin bisa menahan rasa ingin buang air sekuat tenaga. Tapi apakah hal itu tidak akan menimbulkan masalah lain? Infeksi saluran kemih misalnya? Anda mungkin tidak pernah berpikir seberapa jauh bahaya Infeksi saluran kemih itu.

Penyebab utama dari ISK adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh. Sehingga bakteri dari alat kelamin, anus atau dari pasangan (akibat hubungan intim) masuk dan berkembang biak di dalam saluran kemih, sampai ke dalam kandung kemih dan bahkan bisa berlanjut sampai ke ginjal.

Infeksi saluran kemih bahkan lebih rentan terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Penyebabnya adalah saluran kemih atau uretra wanita lebih pendek jaraknya antara kandung kemih dengan lingkungan luar yaitu sekitar 3-5 cm dibandingkan dengan pria yang saluran kemihnya lebih panjang, yaitu sepanjang penisnya, sehingga kuman lebih sulit masuk.

Infeksi saluran kemih disebabkan karena perempuan tersebut kurang menjaga kebersihan organ intimnya sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sangat baik bagi kuman dan bakteri. Penyebab lainnya yaitu:

  1. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing.
  2. Cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau anus ke arah saluran kemih.
  3. Suka menahan kencing. Kebiasaan ini memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Hal ini karena uretra perempuan yang pendek.
  4. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Biasanya hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis.
  5. Memiliki riwayat penyakit kelamin.
  6. Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing.

Salah satu penyebab yang selama ini kurang mendapat perhatian adalah penggunaan toilet umum secara sembarangan!

 

Itu artinya tidak mungkin bagi anda untuk menghindari toilet umum sesering itu.

Tetapi jangan terlalu berkecil hati dulu. Ada banyak cara untuk melindungi diri anda dari kuman-kuman yang ada di toilet umum, antara lain:

  1. Hindari meletakkan barang bawaan anda seperti tas, dompet, atau barang lainnya di dalam toilet. Misalnya di atas penampung air, lantai toilet atau di atas dudukan toilet.
  2. Sebelum anda menggunakan toilet umum, siram / flush dulu kloset jongkok/kloset duduk yang akan anda gunakan agar urine dan kotoran lainnya yang menjadi tempat tinggal bakteri hilang.
  3. Jika anda menggunakan kloset duduk, seka dulu dudukan kloset dengan tisu atau lapisi dudukan kloset dengan pelapis jika ada. Anda juga bisa menggunakan tisu sebagai pelapis.
  4. Jika anda lihat dudukan klosetnya kotor atau basah, jangan duduk di atasnya. Anda bisa bertumpu pada dinding atau pintu dan duduk tanpa menyentuh dudukan klosetnya.
  5. Saat anda menyiram kloset sebisa mungkin jauhkan tubuh anda dari kloset karena kuman dapat meloncat keluar dari percikan air yang mungkin mengenai tubuh anda. Atau jika kloset itu memiliki penutup, anda bisa tutup lebih dulu sebelum menyiram/menekan tombol flushmenggunakan tisu.
  6. Sebisa mungkin hindari menyentuh benda-benda yang ada dalam toilet.
  7. Jangan lupa mencuci tangan dengan benar sebelum meninggalkan toilet, yaitu cuci tangan selama 20-30 detik, termasuk menggosok telapak, punggung tangan , sela-sela jari, dan daerah di bawah kuku.
  8. Keringkan dengan tisu setelah mencuci tangan.
  9. Jika anda membawa cairan pencuci tangan alkohol yang dapat digunakan tanpa pembilas, anda bisa menggunakannya setelah mencuci tangan dan meninggalkan toilet.

Yang paling penting adalah menjaga kondisi tubuh anda agar tidak mudah terserang penyakit atau memudahkan kuman-kuman itu menyerang sistem pertahanan tubuh anda. Perhatikan juga cara anda menjaga kebersihan daerah genitalia anda. Toilet umum aman untuk digunakan jika anda mengerti cara untuk menggunakannya.

 

Semoga artikel ini bermanfaat buat teman-teman semua …^^…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s